Jawa Tengah Kembali jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif Nasional oleh OJK

 


Jawa Tengah Kembali jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif Nasional oleh OJK

 Jakarta Provinsi Jawa Tengah kembali dinobatkan sebagai provinsi terbaik dalam rangka penggerak keuangan inklusif nasional oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setelah penghargaan serupa diterima Jateng pada Januari 2020 lalu, OJK kembali memberikan penghargaan yang sama kepada provinsi yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo itu pada tahun ini.

Digelar secara virtual pada Jumat (15/1/2021) malam, penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua OJK, Wimboh Santoso pada acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021. Acara yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo itu, Wimboh mengatakan bahwa penghargaan penggerak keuangan inklusif tingkat provinsi, Jateng menjadi yang terbaik secara nasional.

"Dalam kesempatan kali ini, kami memberikan penghargaan kepada mereka yang telah berjasa memperluas akses keuangan di daerah. Untuk kategori penggerak keuangan inklusif tingkat provinsi, penghargaan kami berikan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo," kata Wimboh.

Selain Jateng, penghargaan penggerak keuangan inklusif juga diberikan OJK kepada Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, ada juga penghargaan yang diberikan kepada penggerak keuangan mikro syariah, yang salah satu penerimanya adalah warga Kendal, Jawa Tengah bernama Sholahudin Humaidullah.

"Mudah-mudahan, keuangan masyarakat kita semakin inklusif," tutupnya.

Jawa Tengah Kembali jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif Nasional oleh OJK


Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa penghargaan itu merupakan kerja keras dalam upaya mendorong inklusifitas keuangan di Jawa Tengah. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk persoalan ini.

"Maka kita ngajari anak-anak untuk menabung, mempermudah akses permodalan untuk UMKM dan lainnya. Kita memang konsen betul soal ini," katanya.

Untuk mendorong program inklusifitas di bidang keuangan, Ganjar juga terus bekerjasama dengan OJK di daerah terkait sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Banyak program yang sudah dijalankan, dan saat ini tinggal dilanjutkan.

"Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Jateng agar keuangan kita makin inklusif. Sehingga, semua bisa mengakses keuangan dengan mudah," jelasnya.

Selain soal keuangan yang inklusif, Ganjar juga mendorong kebiasaan cashless dalam kehidupan masyarakat. Penggunaan teknologi di bidang keuangan itu diharapkan dapat dioptimalkan oleh masyarakat sebagai salah satu cara pengelolaan keuangan.

"Kita harapkan makin hari makin cashless, seingga cara pengelolaan keuangan kita tidak cash tapi mulai menggunakan teknologi. Ada finteknya juga. Ini yang kita dorong agar sejak kecil sudah memahami, pelaku usaha kecil juga bisa mengakses dengan mudah sehingga akses keuangan ini makin betul-betul merata," ujarnya.

sumber:https://www.liputan6.com/news/read/4458781/jawa-tengah-kembali-jadi-provinsi-terbaik-penggerak-keuangan-inklusif-nasional-oleh-ojk?source=search

Share:

Menteri Keuangan Prancis Tolak Akuisisi Carrefour oleh Perusahaan Kanada

 

Ilustrasi Supermarket


 Jakarta - Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire, secara tegas menolak akuisisi yang hendak dilakukan perusahaan Kanada, Alimentation Couche-Tard terhadap, Carrefour. Nilai transaksi pengambilan alih diperkirakan mencapai USD 20 miliar.

Seperti dilansir CBCNews, Sabtu (16/1/2021), Menkeu Prancis Le Maire telah bertemu dengan pendiri dan ketua eksekutif Alimentation Couche-Tard , Alain Bouchard, Jumat, 15 Januari 2021, kata juru bicara menteri Le Maire mengungkapkan penolakan ini dilakukan karena alasan keamanan pangan.

"Keamanan pangan sangat strategis bagi negara kami sehingga kami. Jawaban saya sangat jelas: kami tidak mendukung kesepakatan itu. Tidak itu sopan, tapi jelas dan tidak final," kata dia.

Selain itu, Couche-Tard berharap restu Prancis dapat diberikan dengan menawarkan komitmen pada pekerja dan rantai pasokan makanan, serta mempertahankan entitas gabungan yang terdaftar di Paris dan Toronto.

Serius dengan hal ini, bos Carrefour, Alexandre Bompard dan petinggi Couche-Tard, Brian Hannasch akan menjadi rekan.

Komitmen Carrefour

Ilustrasi Supermarket


Rencana tersebut juga termasuk komitmen Carrefour untuk mempertahankan operasi strategis global di Prancis dan memiliki warga negara Prancis sebagai dewan.Couche-Tard juga akan memompa investasi 3 miliar euro.

Hal ini menjadi rencana yang didukung secara luas oleh Carrefour, karena mampu mempekerjakan 105.000 pekerja di Prancis sebagai pasar terbesarnya. Sebelumnya, kabar akuisisi itu sempat membuat saham Carrefour naik 14 persen pada Rabu, 13 Januari 2021.

Akan tetapi, saham Couche-Tard turun 2,2 persen, demikian mengutip Bloomberg. Couche-Tard juga mengonfirmasi telah memulai "diskusi eksplorasi" untuk mendapatkan kesepakatan dengan Carrefour.

sumber:https://www.liputan6.com/bisnis/read/4458785/menteri-keuangan-prancis-tolak-akuisisi-carrefour-oleh-perusahaan-kanada?source=search

Share:

Pamer Senjata Baru, Korea Utara Gelar Parade Rudal Balistik


FOTO: Senyum Semringah Kim Jong-un Saksikan Parade Militer Korea Utara

 Jakarta - Korea Utara telah melakukan parade militer yang menunjukkan sejumlah kepemilikan senjata baru. Dalam parade tersebut, ditunjukkan sejumlah senjata baru yang tampak seperti rudal balistik yang bisa diluncurkan dari kapal selam (SLBM). 

Mengutip DW Indonesia, Sabtu (16/1/2021), media setempat melaporkan bahwa acara tersebut berlangsung di ibu kota Pyongyang pada Kamis malam (14/01).

Pawai tersebut menandai berakhirnya kongres Partai Buruh. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menghadiri parade militer tersebut di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang.

Barisan tentara terlihat ikut serta dalam pawai. Ada berbagai kendaraan militer termasuk tank dan peluncur roket juga dipamerkan. Analis mengidentifikasi ada model baru rudal balistik jarak pendek, selain versi peluncuran kapal selam.

Kemampuan Rudal Balistik Terbaru Korut


FOTO: Senyum Semringah Kim Jong-un Saksikan Parade Militer Korea Utara

Gambar yang dirilis oleh media pemerintah setempat menunjukkan setidaknya empat rudal dengan kerucut hitam-putih didorong melewati kerumunan warga yang mengibarkan bendera di pinggir jalan.

Analis menilai rudal - yang dapat diluncurkan dari kapal selam - diberi label Pukguksong-5 merupakan senjata versi terbaru dari Pukguksong-4 yang diluncurkan pada parade militer yang lebih besar pada bulan Oktober lalu.

"Rudal baru pasti terlihat lebih panjang," kata Michael Duitsman, seorang peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies (CNS) yang berbasis di California, Amerika Serikat.

Kantor berita negara KCNA menggambarkannya sebagai: "Senjata paling kuat di dunia, misil balistik peluncuran kapal selam." Dikatakan rudal "menunjukkan kekuatan angkatan bersenjata revolusioner."

Korea Utara telah melakukan uji tembak beberapa SLBM dari bawah air. Analis mengatakan Korea Utara tengah berusaha mengembangkan kapal selam operasional untuk membawa rudal.

sumber:https://www.liputan6.com/global/read/4458728/pamer-senjata-baru-korea-utara-gelar-parade-rudal-balistik?medium=Headline&campaign=Headline_click_1

Share:

Di Depan Forum Ekonomi Dunia, Jokowi dan “Avengers” Siap Lawan Thanos

Di Depan Forum Ekonomi Dunia, Jokowi dan


 JawaPos.com – Infinity War atau perang tanpa batas, menjadi gambaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas kondisi perekonomian global saat ini. Sebab, dampaknya begitu meluas di seluruh penjuru dunia.Sebutan infinity war itu sendiri diadopsi dari sebuah film layar lebar ternama yakni Avengers: Infinity War. Video ungkapan mantan Wali Kota Solo itu pun viral di media sosial.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi saat menghadiri World Economic Forum ASEAN di Hanoi, Vietnam.

“Apa yang terjadi di ekonomi dunia saat ini adalah kita sedang menuju perang tanpa batas,” kata Jokowi seperti dikutip JawaPos.com dalam video yang beredar, Jumat (14/9).


Di Depan Forum Ekonomi Dunia, Jokowi dan “Avengers” Siap Lawan Thanos

Menurutnya, perang dagang sudah lama tidak terjadi sejak tahun 1930-an. Namun, belum lama ini Amerika Serikat (AS) telah mendeklarasikan perang dagang dengan Tiongkok. Hal itu lantas berdampak pada gejolak ekonomi global.

Menghadapi hal itu, Presiden Jokowi menegaskan bahwa dirinya beserta Avengers, dalam hal ini para menteri di kabinet kerjanya, siap menghadapi gejolak ekonomi yang diakibatkan dari “serangan Thanos” yang bisa mengganggu polulasi dunia.

“Perang dagang sudah tidak ada sejak era depresi besar pada 1930-an dengan intensitas yang terjadi saat ini. Tapi dijamin bahwa saya dan teman-teman “avengers”. Saya siap mencegah Thanos menghapus populasi dunia,” ungkap Jokowi disambut tepuk tangan para pemimpin negara yang hadir.

sumber:https://www.jawapos.com/ekonomi/14/09/2018/di-depan-forum-ekonomi-dunia-jokowi-dan-avengers-siap-lawan-thanos/

Share:

Jokowi, Ekonomi Dunia, dan Analogi Game of Thrones

 

Jokowi, Ekonomi Dunia, dan Analogi Game of Thrones


JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengibaratkan kondisi perekonomian antarnegara saat ini seperti serial Game of Thrones. Menurutnya, semua negara sibuk berseteru demi memperebutkan The Iron Throne.

“Dalam serial Game of Thrones, sejumlah Great Houses, Great Families, bertarung antara satu sama lain untuk mengambil alih kendali The Iron Throne. Mother of Dragons menggambarkan siklus kehidupan,” ujarnya di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10).

Mantan Wali Kota Solo itu mengungkapkan, perebutan kekuasaan antarnegara yang diibaratkan sebagai Great House itu dinilai seperti sebuah perputaran roda. Satu sisi, Great House itu berjaya, tapi di sisi lainnya sengsara. 

“Dan setelahnya, house yang lain berjaya dengan menjatuhkan houses yang lainnya,” kata dia.

Namun, lanjut Jokowi, para Great House itu lupa bahwa dalam pertarungan mereka ada ancaman yang menghantui.

“Seorang evil winter yang ingin merusak dan meliputi seluruh dunia dengan es dan kehancuran,” terangnya.

Pada akhirnya, negara-negara itu menyadari bahwa perseteruan mereka tidak ada artinya. Menurut Jokowi, persatuan adalah hal utama yang perlu dilakukan untuk mencegah gejolak pada perekonomian dunia.

“Akhirnya mereka sadar tidak penting siapa yang duduk di The Iron Throne, yang penting kekuatan bersama untuk mengalahkan evil winter, agar goncangan global tidak terjadi, agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak poranda,” tandasnya.

sumber:https://www.jawapos.com/ekonomi/12/10/2018/jokowi-ekonomi-dunia-dan-analogi-game-of-thrones/

Share:

Forum Ekonomi Dunia Prihatin dengan Mundurnya Kerja Sama Internasional

 Forum Ekonomi Dunia Prihatin dengan Mundurnya Kerja Sama Internasional


JawaPos.com – Laporan Forum Ekonomi Dunia (WEF) menyatakan, tidak pernah sebelumnya ada begitu banyak risiko serius. WEF khawatir, ketegangan geopolitik mengurangi kemampuan komunitas internasional menghadapi peristiwa bencana.

Dalam Laporan Resiko Global terbaru dari World Economic Forum (WEF) memperingatkan bahwa memburuknya hubungan internasional bisa menghambat tindakan bersama di sejumlah besar tantangan serius yang dihadapi umat manusia. Laporan itu dirilis menjelang pertemuan tahunan WEF di Davos, Swiss.

Laporan itu adalah hasil survei yang didasarkan pada persepsi risiko dari sekitar 1000 orang ahli dan pembuat keputusan. Perang dagang yang dilancarkan AS, terutama terhadap Cina, menjadi perhatian utama.


kerja sama internasional, mundur,

WEF mengatakan, situasi perdagangan global memburuk dengan cepat pada tahun 2018. Pertumbuhan ekonomi tahun ini akan terhambat karena ketegangan geo-ekonomi. 88 persen responden yang disurvei memperkirakan akan terjadi erosi berkelanjutan dari aturan dan perjanjian perdagangan multilateral.

Mayoritas responden (85 persen) juga menyatakan khawatir, peningkatan resiko yang berasal dari konfrontasi politik antara kekuatan utama dunia akan memperuncing perbedaan pandangan tentang nilai-nilai fundamental.

“Dengan perdagangan global dan pertumbuhan ekonomi yang beresiko pada 2019, ada kebutuhan yang makin mendesak untuk memperbarui arsitektur kerja sama internasional,” kata Presiden WEF Borge Brende. “Apa yang kita butuhkan sekarang adalah tindakan bersama untuk mempertahankan pertumbuhan dan mengatasi ancaman-ancaman besar yang dihadapi dunia hari ini.”

Dari ancaman kejahatan cyber sampai perubahan iklim

Laporan Resiko Global WEF juga memberikan pandangan tentang resiko ancaman dan infratruktur keamanan data di dunia maya.

“Pendanaan infrastruktur yang terus-menerus kritis di seluruh dunia menghambat kemajuan ekonomi, membuat bisnis dan masyarakat lebih rentan terhadap serangan siber,” kata John Drzik Marsh, lembaga mitra WEF. Tapi belum ada perkiraan konkret mengenai potensi ancaman itu.

Ancaman yang lebih konkret disampaikan mengenai konsekuensi dari perubahan iklim. Ada lima ancaman kategori tinggi yang disebutkan: hilangnya keanekaragaman hayati, peristiwa cuaca ekstrem, kegagalan mitigasi perubahan iklim, bencana buatan manusia dan bencana alam.

“Tidak mengherankan bahwa pada 2019 resiko lingkungan sekali lagi mendominasi daftar kekhawatiran utama,” kata Alison Martin, Direktur Bidang Resiko di Zurich Insurance Group.

“Untuk menanggapi perubahan iklim secara efektif dibutuhkan peningkatan infrastruktur yang signifikan untuk beradaptasi dengan kondisi baru ini dan transisi ke ekonomi rendah karbon,” tambahnya.

Kesenjangan investasi infrastruktur

Para peneliti memperkirakan, investasi infrastruktur secara global akan mencapai 18 triliun Dolar AS pada tahun 2040, sedangkan kebutuhan diproyeksikan sebesar 97 triliun Dolar AS.

Masalah dalam pembangunan perkotaan diprediksi akan meningkat, karena kenaikan permukaan laut menjadi ancaman bagi ekstraksi air tanah yang bersih, sementara lebih banyak infrastruktur dibutuhkan, misalnya untuk menghadapi amukan badai dan topan hebat yang mengancam keselamatan penduduk.

Laporan Resiko Global 2019 juga memperkirakan, banyak orang akan mengalami penurunan kesejahteraan psikologis dan emosional sebagai akibat dari dunia yang makin cepat berubah. Hal ini berkaitan dengan transformasi sosial, teknologi, dan transformasi besar di bidang kerja.

Tekanan psikologis yang dialami oleh banyak orang di berbagai bagian dunia berhubungan dengan “perasaan kurangnya kontrol dalam menghadapi ketidakpastian,” kata laporan WEF.

sumber:https://www.jawapos.com/internasional/19/01/2019/forum-ekonomi-dunia-prihatin-dengan-mundurnya-kerja-sama-internasional/ 

Share:

Jokowi soal Pendanaan Terorisme Berkedok Donasi: Ganggu Stabilitas Sistem Ekonomi

 

[Fimela] Presiden Jokowi


   Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk lebih memperkuat tindak pencegahan dan pemberantasan atas motif pendanaan terorisme dan pencucian uang yang semakin beragam, salah satunya berkedok donasi.

"Pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme harus terus kita antisipasi. Kondisi ini yang mengganggu integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan sistem keuangan ini harus kita mitigasi," imbuhnya dalam acara Koordinasi Tahunan bersama Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) secara virtual, Kamis (14/1/2021).

"Seperti shadow ekonomi, peningkatan kejahatan ekonomi, serta cyber crime, dan kejahatan lain yang memanfaatkan teknologi yang paling baik," dia menegaskan.

Jokowi juga mengajak Satuan Tugas (Satgas) Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT) untuk menelusuri tindak pendanaan terorisme yang acap berkedok donasi masyarakat dan kemanusiaan.

"Selain itu optimalkan juga peran Satgas Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris untuk mencegah pendanaan terorisme yang dihimpun melalui donasi masyarakat, sumbangan kemanusiaan, dan upaya lain yang bertujuan untuk menarik simpati masyarakat," ucapnya.

RI 1 juga mengarahkan seluruh pihak untuk terus bersinergi, termasuk antar sektor publik dan sektor private guna melakukan terobosan-terobosan.

"Khususnya dalam penyelamatan aset-aset negara dengan membentuk Public Private Partnership (PPP), anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme di Indonesia," sambungnya.

"Kepada para pakar hukum, saya minta komitmen dan konsistensinya dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana ekonomi dan keuangan yang diikuti dengan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, agar mampu memberikan efek jera kepada para pelaku tindak pidana," pungkasnya.

PPATK Tingkatkan Pengawasan Pidana Pendanaan Terorisme Lewat Aset Tanah

Gedung PPATK


Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN).

Kepala PPATK Dian Ediana Rae menyampaikan, pertemuan tersebut dalam rangka menegakkan pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT).

Kerja sama itu dinilai sangat membantu melancarkan informasi mengenai kepemilikan tanah, serta peningkatan kepatuhan pelaporan dari PPAT, baik Notaris atau Camat.

"Jual-beli tanah dan properti merupakan salah satu sektor yang berisiko digunakan untuk pencucian uang," tutur Dian dalam keterangannya, Rabu (26/8/2020).

Menurut Dian, koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait kini menjadi prioritas PPATK dalam rangka menerapkan pendekatan analisis dan pemeriksaan intelijen keuangan PPATK yang lebih sistemik.

"Ini dilakukan guna memecahkan persoalan kejahatan pencucian uang dan kejahatan keuangan terkait lainnya secara lebih menyeluruh dan terintegrasi," jelas dia.

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil menambahkan, pertemuan itu menjadi masukan guna melakukan pengawasan secara efektif atas pelaksanaan tugas PPAT (pejabat pembuat akta tanah). Dia yakin, implementasi program anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme akan memberikan perlindungan bagi PPAT, sekaligus menjaga integritas dan kredibilitas profesi PPAT.

"Kami komitmen untuk bertindak lebih tegas dalam meningkatkan tata kelola PPAT termasuk kewajiban untuk menerapkan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa dan menyampaikan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan kepada PPATK. Akan dilakukan langkah-langkah tegas apabila kewajiban tersebut tidak dilaksanakan dengan baik, antara lain dengan mengenakan sanksi termasuk mencabut izin profesi PPAT," beber Sofyan.

sumber:https://www.liputan6.com/bisnis/read/4457063/jokowi-soal-pendanaan-terorisme-berkedok-donasi-ganggu-stabilitas-sistem-ekonomi?medium=Headline&campaign=Headline_click_1

Share:

DANA Terus Dorong Digitalisasi Dunia Usaha untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi

 


DANA

 Jakarta Demi menjaga ekosistem perekenomian nasional, Dompet digital Indonesia DANA gencar melakukan pemberdayaan fitur DANA Bisnis di kalangan dunia usaha dari berbagai skala di Tanah Air. Upaya ini merupakan salah satu wujud komitmen DANA untuk menghadirkan solusi yang memudahkan dunia usaha, khususnya UMKM, dalam mempercepat adopsi teknologi guna meningkatkan kapabilitas serta daya saing bisnis mereka di era yang serba terhubung secara digital ini.

Melalui serangkaian inisiatif maupun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, DANA telah membantu para pelaku UMKM di sejumlah daerah untuk terhubung dengan ekosistem digital. Hingga saat ini, sudah ada 200.000 UMKM yang memanfaatkan DANA Bisnis, fitur khusus yang disediakan bagi dunia usaha untuk mengelola dan mengembangkan bisnisnya. Dengan angka ini, berarti terjadi peningkatan sebesar 58% dibandingkan ketika DANA Bisnis diluncurkan tahun lalu.

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. DANA menyadari betapa pentingnya menjaga keberlangsungan serta mengembangkan sektor ini, terutama di saat-saat sulit seperti sekarang. Untuk itu, perlu adanya perubahan mindset dari semua pihak termasuk pelaku UMKM dengan beralih dari cara-cara konvensional menjadi digital agar bisa beradaptasi dengan berbagai tantangan dan dinamika yang terjadi,” ujar CEO dan Co-Founder DANA, Vince Iswara.

Vince menambahkan sebagai sahabat UMKM, DANA berkomitmen dan secara nyata terus mendorong UMKM untuk go digital melalui 3D, yaitu selain diakomodasi dan diakselerasi oleh ‘DANA Bisnis’, para UMKM juga ‘Didampingi’, dan ‘Dipromosikan’ oleh DANA.

"DANA secara kontinu juga berinisiatif dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat digitalisasi UMKM, baik melalui fitur-fitur khusus, pelatihan dan seminar, maupun roadshow ke sejumlah daerah untuk mendorong peningkatan inklusi digital," ujar Vince. 

DANA Bisnis yang diluncurkan pada 2019 merupakan fitur yang ditujukan untuk pemilik usaha yang memiliki bisnis online maupun offline. Dengan DANA Bisnis, pelaku usaha dapat mengajukan pembayaran dengan nyaman dan aman melalui penggunaan QRIS kepada konsumen. Kemudahan ini ditunjang dengan kehadiran pendampingan melalui video edukasi bersertifikat dan promosi UMKM melalui fitur nearby di aplikasi DANA. Keunggulan lainnya adalah mitra DANA Bisnis dapat menerima pembayaran maupun melakukan penarikan dana secara langsung (real time). Mitra DANA Bisnis juga dapat memperoleh laporan transaksi terkini.

Untuk mencari tahu informasi mengenai DANA Bisnis pun cukup mudah yaitu dengan mengakses https://microbisnis.dana.id/ ataupun membuka aplikasi DANA untuk mempraktikkannya. Pengguna DANA cukup mendaftar dan melengkapi profil usahanya yang dilengkapi alamat dan foto toko atau produk tanpa harus mengeluarkan biaya pendaftaran maupun administrasi lainnya. Apabila persyaratan tersebut terpenuhi, dalam waktu 2x24 jam, pelaku usaha sudah bisa menggunakan akun DANA Bisnis-nya untuk menjangkau lebih banyak konsumen dalam transaksi digital.

Sejak diluncurkan pada 2019, sudah ada 200.000 pemilik usaha yang telah tergabung di DANA Bisnis. Berdasarkan wilayah, 55% dari total mitra DANA bisnis berada di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur. Sementara berdasarkan jenis usaha, 61% pengguna DANA Bisnis bergerak di bidang restoran, convenience store, dan pakaian.

DANA terus berupaya untuk menjaring lebih banyak pelaku usaha khususnya skala UMKM yang bergabung dengan ekosistem digital melalui DANA Bisnis, termasuk UMKM yang berada di daerah pelosok. Selama masa pandemi Covid-19, DANA telah melakukan program edukasi langsung ke Banyuwangi, Lombok, dan Minahasa Utara untuk membantu digitalisasi UMKM di daerah tersebut.

Atas upaya DANA dalam memajukan UMKM, DANA sukses mendapatkan pengakuan dalam penghargaan tahunan Marketing Awards 2020 untuk kategori ‘The Best in Social Marketing’ dari program ‘DANA Sahabat UMKM’. Sementara upaya DANA untuk mewujudkan Indonesia Cashless Society juga menyabet penghargaan dalam kategori ‘The Best Market Driving Company’.

“Penghargaan ini adalah acuan bagi kami untuk meningkatkan kinerja dan layanan DANA sebagai teknologi berplatform terbuka yang memungkinkan terbangunnya sinergi dengan berbagai pihak. Kolaborasi DANA dan ekosistem adalah untuk menghadirkan solusi yang inklusif dan adaptif sehingga UMKM dapat menghadapi beragam kondisi sekaligus meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka. Hal ini juga menjadi komitmen DANA dalam mendukung target pemerintah menjadikan dua juta UMKM terhubung dengan ekosistem digital hingga akhir tahun 2020,” tandas Vince.

sumber:https://www.liputan6.com/bisnis/read/4419624/dana-terus-dorong-digitalisasi-dunia-usaha-untuk-mempercepat-pemulihan-ekonomi?source=search

Share:

Produser Manoj Punjabi Ingin Pemerintah Izinkan Bioskop Buka Sebelum Ekonomi Kreatif Hancur!



jakarta  -

 Sejak 23 Maret 2020, jasa hiburan bioskop resmi dinonaktifkan sementara terkait digalakkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah. Sempat akan dibuka pada akhir Juli, nyatanya sampai berita ini diturunkan belum ada kejelasan kapan hal itu terjadi.


Penonaktifan yang memakan waktu berbulan-bulan ini dianggap Manoj Punjabi selaku produser film kondang sebagai langkah yang bakal menghancurkan industri kreatif. Menilik dari film garapannya saja, sudah beberapa judul mencapai nilai total produksi puluhan miliar tersangkut tak bisa diputar.

"Kayaknya udah waktunya kita buat statement kalau nggak ada gunanya kita delay. Ekonomi kreatif ini bakal lebih ancur. Bayangkan, saya sudah produksi beberapa film, stok harus main di bioskop. Berapa puluh miliar investment yang nyangkut di sana," aku Manoj dijumpai di kantornya, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2020).

 

1. Menerapkan Protokoler Standar Kesehatan

Manoj Punjabi merasa sudah saatnya bioskop dibuka dalam waktu dekat. Tentunya dengan tetap mematuhi standar protokoler kesehatan seperti sudah dirancang dalam surat keputusan yang dikeluarkan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Juli lalu.

"Sudah waktunya dibuka asal protokoler bioskop aman. Saya harap ini bisa dilakukan," harap pemilik rumah produksi MD Pictures ini.

2. Market 50% di Jabodetabek


Alasan bioskop belum dibuka khususnya di wilayah DKI Jakarta karena angka kasus Covid-19 masih tinggi. Namun bila daerah dengan angka kecil didahulukan, tentu tidak akan jalan karena market penonton paling banyak ada di Jabodetabek.

"Problemnya kalau Jakarta nggak buka, saya ngerti dari pihak bioskop nggak mungkin buka di luar Jabodetabek yang marketnya 50% lebih. Kalau main di daerah dulu, Jakartanya kapan? Itu dilema yang sedang kita hadapin sekarang. Bayangkan kita semua lagi susah, bayangkan yang nanggung, mereka sudah bicara sama saya juga ini masalah cash flow dan beberapa hal yang mengganggu," tandas Manoj.
Share:

Joe Biden Menang Pilpres AS Bisa Perbaiki Tatanan Ekonomi Dunia


Joe Biden dan Kamala Harris


  Jakarta - Kemenangan Joe Biden di Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) 2020 memberikan dampak positif bagi ekonomi dan sektor keuangan global. Joe Biden mampu mengalahkan kandidat petahana Donald Trump. 

Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong menjelaskan, kepemimpinan Donald Trump  banyak melahirkan kebijakan yang merugikan banyak negara termasuk Indonesia. Salah satu kebijakan tersebut adalah perang dagang dengan China. 

Dengan terpilihnya Joe Biden maka memberikan harapan besar akan mengubah kebijakan demi perkembangan ekonomi dunia. 

"Akan sangat bagus. Kita tahu di bawah Trump kebijakan ekonomi AS sangat merugikan seluruh dunia. Jadi ini (Biden) lebih adanya sentimen positif atau harapan baru bagi ekonomi dan keuangan global juga Indonesia," jelas ketika dihubungi Merdeka.com, Minggu (8/11/2020).

Lukman Leong melanjutkan, di bawah kepemimpinan Joe Biden diyakini AS akan meninggalkan kebijakan terkait proteksionisme ekonomi yang sering digaungkan oleh mantan presiden Trump. Alhasil akan menciptakan harapan baru agar terwujudnya situasi perdagangan global yang lebih kondusif.

"Jadi, akan perlahan ada perbaikan kondisi ekonomi. Salah satunya karena optimisme baru sangat kuat," imbuh dia.

Kendati demikian, Lukman memastikan siapapun presiden AS termasuk juga Joe Biden yang terpilih tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi Indonesia. "Karena nilai kerja sama ekonomi kita dengan AS juga bukan yang terbesar," tegasnya.

Oleh karena itu, dia meminta Pemerintah Indonesia untuk tetap fokus dalam penanganan pandemi Covid-19 di dalam negeri yang telah meluluhlantakkan ekonomi domestik. Sehingga dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional.

Pesan Joe Biden Setelah Menang Pemilu Amerika Serikat 2020

Joe Biden menang Pemilu Amerika 2020, jadi presiden AS menggantikan Donald Trump. (AP)

Sebelumnya, Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden dinyatakan terpilih sebagai presiden AS ke-46. Biden dinyatakan menang setelah unggul di Pennsylvania. 

Joe Biden menyambut kemenangannya di Twitter. Ia mengaku merasa terhormat karena dipercaya rakyat AS. 

"Amerika, saya merasa terhormat karena Anda telah memilih saya untuk memimpin negara besar kita. Pekerjaan di depan kita akan sangat sulit, tetapi saya menjanjikanmu ini: Saya akan menjadi presiden bagi seluruh rakyat Amerika, baik kamu memilih saya atau tidak."

"Saya akan menjaga kepercayaan yang Anda berikan ke saya," ujar Joe Biden via Twitter, Sabtu (7/11/2020).

Joe Biden kini merupakan presiden terpilih yang tertua sepanjang sejarah AS. Ia telah berada di dunia politik hampir selama setengah abad. 

Kubu Donald Trump masih belum mengaku kalah. Langkah hukum kini sudah diambil untuk mengadakan hitung ulang dan audit surat suara.

SUMBER:https://www.liputan6.com/bisnis/read/4402904/joe-biden-menang-pilpres-as-bisa-perbaiki-tatanan-ekonomi-dunia?source=search


Share:

Sukses Tangani COVID-19, Ekonomi China Diprediksi Peringkat 1 Dunia


Presiden Xi Jinping (AP)


  Beijing - Laporan terbaru Centre for Economics and Business Research (CEBR) memprediksi China akan menjadi ekonomi nomor 1 dunia dalam satu dekade ke depan. Faktor pendukungnya adalah keberhasilan China dalam mengendalikan COVID-19.

Pada 2030, GDP China diprediksi akan mencapai US$ 33.718 triliun (berdasarkan nilai sekarang). Angka itu menyalip GDP Amerika Serikat yang diprediksi US$ 30.466 triliun. Pada 2035, ekonomi China bahkan bisa mencapai US$ 49.109 triliun.

GDP China diprediksi menjadi juara dunia pada 2030 dan 2035, namun China sebetulnya sudah unggul sejak 2028. AS turun jadi peringkat 2.

"Manajemen handal pada pandemi and pukulan terhadap pertumbuhan jangka panjang di Barat mengartikan performa relatif ekonomi China telah meningkat. Kami sekarang berpikir bahwa ekonomi China dalam term dolar akan menggeser ekonomi AS pada 2028," tulis CEBR dalam laporannya, dikutip Minggu (27/12/2020).

Prediksi kejayaan ekonomi China terjadi lima tahun lebih awal dari perkiraan CEBR sebelumnya.

Pandemi COVID-19 disebut CEBR memberikan keunggulan pada China. CEBR memuji kebijakan tegas China. Selain itu, China juga lolos dari resesi di 2020, sementara negara lain banyak yang kena.

"Berkat respons dini yang tegas, China berhasil menghindari penerapan kembali tindakan-tindakan melawan pandemi yang keras setelah gelombang pertama," tulis CEBR.

Berikut prediksi ekonomi pada 2035 pada 10 negara teratas dan terbawah.

Ekonomi Terbaik Dunia pada 2020


Dalam lawatannya ke Indonesia pada 2-3 Oktober 2013, Presiden Xi Jinping mengusulkan konsep Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 atau 21st Century Maritime Silk Road

CEBR merupakan lembaga dari Inggris yang setiap tahun mengukur performa ekonomi 193 negara di seluruh dunia, mulai dari Mikronesia hingga Madagaskar. 

Berikut 10 negara dengan ekonomi teratas di 2035:

1. China

2. Amerika Serikat

3. India

4. Jepang

5. Jerman

6. Inggris

7. Prancis

8. Indonesia

9. Brasil

10. Rusia

Share:

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Asia Timur Pasifik 7,4 Persen di 2021




 Target Pertumbuhan Ekonomi


 Jakarta - Bank Dunia atau World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik akan mencapai 7,4 persen di tahun ini. Pertumbuhan tersebut seiring terjadinya pemulihan ekonomi di China.

Dalam Global Economic Prospects Januari 2021, Bank Dunia melaporkan pertumbuhan di kawasan tersebut terjadi didasarkan pada peluncuran vaksin yang efektif pada kuartal pertama tahun 2021 di negara-negara besar dan kemudian di pasar yang lebih kecil dan negara berkembang.

"Namun demikian, aktivitas ekonomi di wilayah tersebut diperkirakan akan tetap di bawah tren pra-pandemi pada akhir tahun 2021, yang mencerminkan kerusakan jangka panjang akibat guncangan Covid-19," bunyi laporan tersebut seperti dikutip Rabu (6/1/2020).

Di sisi lain, investasi dan produktivitas diperkirakan akan tetap tertekan dan ketidakpastian kemungkinan akan tetap tinggi. Pertumbuhan di China diproyeksikan naik menjadi 7,9 persen pada tahun 2021, yang mencerminkan pelepasan permintaan yang terpendam dan dimulainya kembali produksi dan ekspor yang lebih cepat dari perkiraan.

Di wilayah lain, pertumbuhan diantisipasi akan lebih berlarut-larut dan output diharapkan tetap 7,5 persen di bawah proyeksi pra-pandemi pada tahun 2022, meskipun dengan perbedaan lintas negara yang signifikan. Vietnam, yang mampu mengatasi pandemi dengan biaya manusia dan ekonomi yang sederhana, diproyeksikan akan mengalami ekspansi ekonomi sebesar 6,7 persen pada tahun 2021.

Sebaliknya, perekonomian negara-negara Kepulauan Pasifik, yang terpukul oleh jatuhnya pariwisata dan perjalanan global dan di mana pemulihan diharapkan lebih berkepanjangan diantisipasi untuk tumbuh jauh di bawah tingkat pra-pandemi tahun ini.

Ekonomi Fiji, di mana topan tropis Harold memperburuk dampak negatif dari pandemi yang menyebabkan kontraksi 19 persen pada tahun 2020, diperkirakan akan pulih sedikit untuk tumbuh 2,6 persen pada tahun 2021. Indonesia diperkirakan akan tumbuh 4,4 persen, Thailand meningkat 4 persen pada tahun 2021, dan Filipina tumbuh 5,9 persen.

Pemulihan diperkirakan rapuh, dan perwujudan sejumlah risiko penurunan dapat menggagalkan pemulihan yang diproyeksikan. Skenario penurunan di mana peluncuran vaksin tertunda dan pemulihan global yang lebih lemah dapat menahan pertumbuhan ekonomi regional menjadi 5,4 persen pada tahun 2021.

Risiko Utang

FOTO: PSBB Jakarta Diprediksi Berdampak ke Pertumbuhan Ekonomi

Risiko terhadap prospek cenderung ke sisi bawah. Pandemi bisa berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, kerusakan jangka panjang dari resesi tahun lalu bisa lebih dalam dari yang diantisipasi, tekanan neraca bisa meningkat, atau kontraksi dalam perdagangan global bisa lebih tajam atau lebih lama dari yang dibayangkan.

"Lebih banyak negara di kawasan ini dapat mengalami kesulitan dengan pengadaan dan distribusi vaksin daripada yang diantisipasi saat ini," tulisnya.

Meskipun kawasan ini memasuki pandemi dengan kerangka kebijakan moneter dan fiskal yang relatif kuat, sebagian besar negara diperkirakan akan menghadapi penurunan substansial dalam posisi fiskal dan peningkatan utang.

Tingkat utang yang tinggi dapat membebani aktivitas jika tekanan yang merusak mendorong otoritas untuk memperketat kebijakan sebelum waktunya.

Sementara sisi baiknya, penyebaran cepat vaksin yang efektif dapat memicu peningkatan yang lebih kuat dari yang diperkirakan di negara-negara ekonomi utama dan dalam permintaan global.

SUMBER:https://www.liputan6.com/bisnis/read/4450000/bank-dunia-prediksi-pertumbuhan-ekonomi-asia-timur-pasifik-74-persen-di-2021?source=search

Share:

Ekonomi Kena Dampak Corona, Bagaimana Kondisi Perdagangan Luar Negeri RI?


Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.

 Jakarta - 

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak buruk ke berbagai negara tak terkecuali Indonesia. Meski begitu, kondisi perdagangan luar negeri Indonesia masih cukup baik.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkapkan, kondisi itu tercermin dari surplus yang hampir US$ 20 miliar.

"Pak Perry (Gubernur BI) tadi mengatakan bahwa kinerja Kemendag dalam perdagangan luar negeri di tahun 2020 cukup baik. Surplus Indonesia bisa mencapai hampir US$ 20 miliar yang berkontribusi positif dalam menjaga devisa Indonesia," kata Jerry dalam keterangannya, Minggu (10/1/2020).

Kondisi itu positif di tengah iklim ekonomi yang tidak menentu di tengah pandemi. Menurutnya, koordinasi, komunikasi dan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter harus diperkuat untuk mengantisipasi kondisi yang penuh tantangan tersebut.

"Tidak mudah menjaga stabilitas moneter dalam kondisi seperti itu. Kami tentu berterima kasih atas apresiasi Bank Indonesia kepada Kementerian Perdagangan. Kami juga sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi dalam rangka saling support," katanya.

Dia berharap, tahun ini kondisi ekonomi membaik. Pihaknya akan mendorong pasar ekspor yang lebih luas. Dengan demikian, diharapkan dapat mendukun moneter nasional.

Selain perluasan dan peningkatan ekspor, pihaknya juga akan meningkatkan kinerja perdagangan dalam negeri.

"Perdagangan domestik harus tetap berjalan meski pandemi belum selesai. Kami telah mengajak berbagai lembaga keuangan baik bank maupun non bank untuk digitalisasi pasar. Kami juga meluncurkan warehouse management system agar sistem logistik nasional makin baik. Dengan demikian, ekonomi masyarakat akan terus bergerak dan kebutuhan mereka terpenuhi dengan baik," paparnya.

sumber :https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5327823/ekonomi-kena-dampak-corona-bagaimana-kondisi-perdagangan-luar-negeri-ri?_ga=2.144201267.72765368.1610420007-2136071581.1607579185

Share:

Kondisi Chaos di Washington Bikin Wall Street Loyo

 

Gedung saham New York atau yang dikenal sebagai Bursa Saham Wall Street


Jakarta - 

Indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan hari Senin. Hal ini dipicu setelah para investor mengambil beberapa keuntungan dari sahamnya usai perdagangan mengalami rekor minggu lalu.

Dilansir dari Reuters, Selasa (12/1/2021), Dow Jones Industrial Average turun 89,28 poin, atau 0,29% menjadi 31.008,69. Kemudian, S&P 500 kehilangan 25,07 poin, atau 0,66% menjadi 3.799,61 dan Nasdaq Composite turun 165,54 poin, atau 1,25%, menjadi 13.036,43.

Saham-saham di bursa Amerika Serikat memang telah melakukan rally minggu lalu karena investor bertaruh bahwa kemenangan Demokrat dalam pemilihan presiden. Hal itu dinilai membawa kemungkinan yang lebih tinggi dari paket stimulus fiskal yang lebih kuat untuk meningkatkan ekonomi yang dilanda pandemi.

Namun, kini beberapa investor justru mulai khawatir stimulus dapat ditunda karena para anggota parlemen Demokrat berencana untuk mendakwa Presiden AS Donald Trump. Mereka menuduhnya menghasut pemberontakan menyusul serangan kekerasan di Capitol oleh para pendukungnya.

"Ketika pasar melihat sesuatu yang sama pentingnya dengan pemerintahan Amerika Serikat, bahkan sedikit ketidakpastian dapat memiliki dampak yang berarti," kata Brad McMillan, kepala investasi di Commonwealth Financial Network di Waltham, Massachusetts.

McMillan mengatakan investor juga khawatir tentang lebih banyak serangan serupa Capitol. FBI pun telah memperingatkan kemungkinan protes bersenjata yang sedang direncanakan di Washington, D.C., dan di semua 50 ibu kota negara bagian AS menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari.

"Secara umum, Washington tidak membuat terlalu banyak perbedaan, tetapi karena kebijakan memengaruhi begitu banyak hal yang diharapkan seputar perekonomian, ini adalah waktu yang unik," kata McMillan.

Kembali ke pasar saham, disebutkan dari 11 indeks industri utama S&P, saham-saham perusahaan pelayanan konsumen dan layanan komunikasi mengalami penurunan persentase terbesar.

Saham Twitter Inc anjlok 6,4% dan membebani sektor komunikasi setelah situs mikro-blogging secara permanen menangguhkan akun Trump.

Perusahaan Teknologi Besar lainnya Facebook Inc, Google milik Alphabet Inc, dan Apple Inc juga melemah pada hari Senin karena mereka mengambil tindakan terkuat mereka terhadap Trump untuk membatasi jangkauan media sosialnya.

Saham Boeing Co pun terpantau turun 1,5% pada hari Senin. Setelah sebuah jet 737-500 yang dioperasikan oleh Sriwijaya Air di Indonesia dengan 62 orang di dalamnya jatuh pada hari Sabtu.

sumber:https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-5330196/kondisi-chaos-di-washington-bikin-wall-street-loyo?_ga=2.253304207.72765368.1610420007-2136071581.1607579185


Share:

Recent Posts