Langkah Bijak Jadikan Kegagalan Jalan Menuju Sukses

Jika kamu ingin hidup kamu berubah gak datar kayak telor dadar, hadapin segala masalah kegagalan dengan bijaksana, jangan takut melakukan hal-hal baru, rencanakan semuanya dengan sungguh-sungguh, perkiraan masalah yang akan muncul, perkirakan juga solusi untuk menhadapi masalah tersebut, walaupun rencana yang telah kita buat dengan sungguh-sungguh terkadang sering meleset, dan menimbulkan masalah di luar perkiraan kita, inilah yang namanya teka-teki hidup, yakin kan diri kamu bahwa kamu punya jawabannya.

(Vibizlife-Achievements) Bakat terpendamnya sebagai marketing telah terpupuk dari kecil. Hal inilah yang menjadikan Hasim Halim, Director Consumer Corporate Marketing PT Asuransi Raksa Pratikara sukses menekuni dunia marketing yang sebenarnya. Padahal cita-cita masa mudanya ingin menjadi pengacara. Bagaimana Hasim bisa memutuskan berbelok arah?

Merintis karir di dunia marketing bukanlah hal yang mudah. Apalagi hal ini berkenaan dengan dunia asuransi. Ditambah lagi, ilmu tentang dunia asuransi tidak dikuasai sama sekali. Hal inilah yang terjadi pada Hasim Halim, yang saat ini menjabat sebagai Director Consumer Corporate Marketing PT Asuransi Raksa Pratikara.

Asuransi Raksa Pratikara merupakan kelanjutan dari Asuransi Artapala yang didirikan sejak tahun 1975. Asuransi Raksa Pratikara merupakan salah satu dari sepuluh perusahaan asuransi terbesar di Indonesia dalam hal penghasilan premi bruto dan merupakan lima besar dalam perolehan premi bruto kendaraan bermotor.

Hasim Halim menjalankan pekerjaan di dunia asuransi dengan berbekal kemauan keras. Berkat kerja kerasnya, ia pun berhasil ikut mengharumkan nama PT Asuransi Raksa Pratikara.

Beberapa penghargaan berhasil diraih Hasim bersama perusahaannya. Tahun 2007, perusahaan ini pernah meraih Asuransi Umum Beraset 250 milyar-1 triliun dari Majalah Investor. Kemudian di tahun 2009 dalam acara Media Asuransi Award meraih 2nd Winner Best Insurance untuk kategori Peringkat Perusahaan Asuransi Umum dengan modal sendiri Rp 100-250 miliar.

Sarjana Hukum yang berbelok arah

Lulus SMU, Hasim tertarik untuk mendalami ilmu hukum, karena cita-citanya yang ingin menjadi seorang pengacara. Pada tahun 1988, ia lalu mengambil kuliah jurusan hukum di Universitas Tarumanegara. ” Makanya orang bilang, manusia berencana, tetapi Tuhan yang menentukan. Itulah saya.” Katanya sambil tertawa.

Sebelum lulus kuliah, Hasim tertarik untuk magang di PT Asuransi Artapala. Motivasinya ketika itu hanyalah untuk meringankan beban keuangan orangtuanya. “Saya sudah dikuliahkan, karena itu saya ingin sedikit meringankan beban orangtua saya. ” terangnya.

Ketika itu, ia bertindak sebagai part time operator telex. Hasim bekerja sejak jam 3 sore hingga malam. Disana , ia banyak berhubungan dengan pihak luar negeri. Karena itulah, jam malam lebih sibuk daripada ketika siang hari, lantaran perbedaan waktu dengan negara di luar Indonesia. Hasim mengaku awalnya hanya coba-coba di dunia asuransi. Lama-kelamaan, ia merasa enjoy bekerja di dunia tersebut. “Asuransi itu memang general. Semua disiplin ilmu masuk. Dulu saya juga tidak pernah terpikir harus ambil jurusan special insurance kalau di asuransi.” Tuturnya.

Karena sudah enjoy di bidang tersebut, maka lulus kuliah, cita-citanya pun terlupakan. Hasim telah merasa nyaman berada di lingkungan yang telah membesarkan karirnya.

Setelah menjadi part time operator telex, tahun 1988 ia menjadi Asisten Claim Manager di perusahaan tersebut.

Tahun 1994, ia memutuskan untuk mengambil kursus asuransi untuk memperkaya pengetahuannya. Maka Hasim ikut kursus Insurance Management GIO Reinsurance di Australia.

Karirnya pun terus berkembang. Ia lalu menjabat sebagai Marketing Manager tahun 1995-1997. Dan di tahun 1997-1998, ia menjabat sebagai Senior Claim Manager. Tahun 1999, ia dipercaya menjadi Director Consumer Marketing. Dan di tahun 2010 ini, Hasim kembali dipercaya untuk menjadi Director Consumer Corporate Marketing. “Sebagai prajurit, kita kan harus siap ditempatkan dimana saja.” Kata anak ketujuh dari 10 bersaudara ini.

Bersama Asuransi Raksa Pratikara, ia tumbuh dan berkembang. Tahun kemarin, Hasim cukup bernapas lega, karena perusahaannya berhasil mengalami pertumbuhan sebanyak 10%. “Awal 2009, kita memasuki periode sulit. Karena tidak tahu apakah perusahaan ini tambah jatuh atau bisa bangkit. Ternyata kita bisa tumbuh 10%.” Ujarnya.

Jadi marketing sejak SD

Hasim tumbuh dari keluarga sederhana. Kedua orangtuanya memiliki usaha tekstil. Keluarganya yang sederhana memiliki prinsip untuk memberikan warisan dalam bentuk ilmu. “kata ayah ibu saya, ilmu itu tidak akan habis. Itulah yang saya ingat sampai sekarang.” Kata pria yang hobi olahraga tersebut.

Sejak duduk di bangku SD, ia pun rajin membantu orangtuanya menjaga toko. Ketika liburan panjang datang, bukan rekreasi yang didapatnya, melainkan membantu ayah ibunya di toko tekstil.

Keharusan untuk berjualan menjadikan jiwa marketingnya mulai muncul. Hasim kecil mulai terbiasa dengan sopan menyapa pelanggannya. Mengambilkan apa yang diinginkan oleh pelanggan, agar mereka mau mengunjungi tokonya kembali.

Di mata keluarga, Hasim termasuk orang biasa-biasa saja. Ia jarang bermain dengan teman-temannya. Hasim lebih memilih untuk menjadi anak rumahan. Jujur dan mau belajar

Dua puluh empat tahun berkecimpung di dunia asuransi bukanlah hal yang mudah. Hasim telah melewati pahit getirnya menjadi karyawan.

Karena itu, ketika menjadi pemimpin, ia tetap menyukai pekerjaan dengan produktivitas kerja yang tinggi. Kepada anak buah, ia selalu mengutamakan diskusi. Saling melengkapi, begitu ia biasa mengatakannya. “Yang kita jual dalam asuransi itu sebetulnya hanyalah trust. Bagaimana agar klien itu mau percaya pada produk kita. Karena itu, tidak bisa bekerja sendirian.” Katanya.

Sebagai seorang pimpinan, banyak orang lupa diri, bahkan menjadi sombong. Mengenai hal tersebut, Hasim berpendapat bahwa seorang pemimpin tidak boleh sombong. “Kalau sombong, bagaimana nantinya bisa memberikan apresiasi ke karyawannya.” Terang pria kelahiran Jakarta, 7 April 1962 tersebut.

Dan untuk anda yang ingin berkecimpung dalam dunia asuransi, kuncinya menurut Hasim hanyalah jujur, dan ada kemauan untuk belajar, karena dari belajar bisa memunculkan kreasi baru.

Ditanya arti sukses, Hasim memiliki pakem sendiri. Menurutnya kesuksesan akan muncul ketika dirinya sudah bisa memberikan yang terbaik kepada perusahaan dan keluarga. “Ketika saya sudah tua, harapan saya, anak-anak nantinya gantian untuk memberikan kontribusi.” Harapnya.

Nah, untuk anda yang masih ragu-ragu dalam bekerja, banyaklah belajar seperti Hasim. Karena dari belajar, akan memperkaya pengalaman dan pengetahuan dalam bidang apapun yang anda geluti.

Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan. Baik itu kegagalan di dalam perdagangan, kegagalan dalam pernikahan, kegagalan dalam kuliah, kegagalan dalam pekerjaan dan lain sebagainya. Bahkan orang-orang besar yang terlihat bergelimang kesuksesan sekalipun pasti pernah mengalami kegagalan di dalam hidup mereka.

Douglas McArthur mengatakan, “There is no security in this earth, there is only opportunity”. Dari perkataan ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada sesuatu hal yang pasti akan terjadi di dunia ini. Tidak ada jaminan bahwa pekerjaan kita akan sukses. Tidak ada jaminan bahwa mobil kita tidak akan mogok ketika akan digunakan besok. Tidak ada jaminan bahwa sakit yang kita alami akan segera sembuh. Bahkan tidak ada satu orang pun yang dapat menjamin bahwa umur mereka akan lebih dari 1 jam lagi.

Thomas Alfa Edison, seorang penemu besar yang telah mematenkan ribuan jenis hasil temuannya juga sering mengalami kegagalan. Pada saat Edison mencoba untuk menemukan lampu pijar, ia mengalami ribuan kali kegagalan dalam mencari bahan dasar kawat pijar yang dapat digunakan. Tetapi kegagalan-kegagalan ini tidak memupuskan semangatnya untuk terus mencoba meraih apa yang ia harapkan.

Oleh karena itu, kita hanya dapat memanfaatkan peluang-peluang yang tersebar luas di dunia ini. Apa pun peluang yang ingin kita ambil, kita harus dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan maksimal. Janganlah kita menyia-nyiakan kesempatan yang telah kita pilih untuk dilaksanakan.

Tetapi ada beberapa kesempatan yang hanya datang sekali menghampiri kita. Seperti kesempatan untuk membesarkan dan mendidik anak dengan baik. Dalam menghadapi kesempatan semacam ini, kita haruslah bertindak maksimal dengan penuh perhitungan. Karena apabila kita gagal dalam menjalaninya, maka kita tidak akan pernah dapat memperbaiki kegagalan tersebut. Kegagalan seperti inilah yang akan membuahkan penyesalan diri berlarut-larut, karena tidak ada jalan keluar untuk memperbaiki kegagalan yang telah kita perbuat. Sehingga kegagalan ini akan terus menghantui hidup kita dan kita akan terus merasakan dampak dari kegagalan ini.

Penyebab Kegagalan
Jika kita menelusuri penyebab kegagalan, maka kita dapat menggolongkan penyebab tersebut dalam dua golongan besar, yakni kegagalan karena faktor internal dan kegagalan karena faktor eksternal.
Kegagalan karena faktor internal adalah kegagalan yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Banyak hal yang dapat menjadi penyebab kegagalan ini, seperti kurang perhitungan pada saat awal melangkah, kurang hati-hati dalam melakukan sesuatu, atau karena menganggap remeh suatu pekerjaan tertentu. Tetapi penyebab internal yang paling sering terjadi adalah rasa takut untuk mencoba atau memulai sesuatu kesempatan. Dengan menghindari peluang atau kesempatan bukan berarti kita telah terlepas dari kemungkinan kegagalan yang mungkin kita hadapi, akan tetapi kita justru telah menetapkan kegagalan tersebut sebagai pilihan kita.

Kegagalan internal ini akan mengakibatkan seseorang mengalami penyesalan dan kekecewaan mendalam. Seseorang yang gagal dan mengetahui bahwa kegagalan yang ia alami adalah buah dari kelalaian dirinya sendiri, akan merasa sangat menyesal atas kegagalan yang ia hadapi. Sementara kegagalan yang diakibatkan oleh faktor-faktor luar, misalnya gangguan orang lain, kemampuan orang lain yang lebih baik dari kemampuan kita, kecurangan orang lain, atau nasib yang telah ditetapkan oleh Tuhan kepada kita. Biasanya seseorang akan lebih mampu menghadapi kegagalan eksternal ini. Karena dengan introspeksi dan berjiwa besar maka kita akan dapat menghadapi kekecewaan yang ada.

Sedikit saya berikan penjelasan di sini mengenai “nasib gagal” yang diberikan Tuhan kepada kita. Mungkin banyak orang yang berpikir mengapa Tuhan “menghukum” seseorang untuk mengalami kegagalan. Padahal orang tersebut telah melaksanakan kesempatannya dengan maksimal, tetapi masih tetap mengalami kegagalan di akhir usahanya. Terkadang manusia tidak tahu mengenai dampak yang akan ia dapatkan dari suatu kesuksesan yang akan ia peroleh. Padahal bisa jadi kesuksesan itu akan berakibat buruk bagi dirinya. Misalnya akan merusak rumah tangganya, atau akan mengganggu kesehatannya. Sehingga Tuhan memberikan kegagalan sebagai hasil terbaik untuk diri manusia tersebut.

Kunci utama dalam menghadapi kegagalan adalah berjiwa besar. Seseorang haruslah berjiwa besar dalam menghadapi kegagalan internal ataupun eksternal. Khususnya kegagalan internal, seseorang haruslah berani untuk mengakui kesalahan atau kelalaian yang telah ia perbuat. Tetapi kebanyakan orang biasanya lebih senang untuk mencari alasan atau kambing hitam atas kegagalan yang ia hadapi, sehingga orang seperti ini tidak akan pernah bisa belajar dari kegagalan yang ia alami.

Selain berjiwa besar, seseorang juga memiliki suatu kemampuan untuk menghadapi permasalahan atau kegagalan yang ia alami. Kemampuan ini lebih dikenal sebagai Adversity Quotient (AQ). Memang AQ ini lebih banyak berkembang di masa kecil seseorang, di masa orang tua sangat berperan dalam hal memupuk dan mengembangkan kemampuan AQ anak. Tetapi bukan berarti seseorang yang memiliki kemampuan AQ yang kurang baik tidak akan dapat menghadapi kegagalan yang ia alami. Ada beberapa hal yang dapat membantu seseorang untuk tegar dalam menghadapi kegagalan yang ia alami sekaligus meningkatkan kemampuan AQ yang ia miliki.

Berikut ini adalah beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan pada saat kita menghadapi kegagalan:

1. Pasrah kepada Tuhan
“Segala hasil dari perbuatan, tindakan dan usaha yang kita lakukan, adalah merupakan Hak dan Wewenang Tuhan untuk menentukannya. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin.” Jika kita dapat memahami dan mengamalkan kalimat di atas, maka kita akan lebih mudah dalam menghadapi suatu kegagalan. Kemampuan seseorang untuk berserah diri kepada nasib ini juga akan sangat membantu dalam menanggulangi efek buruk yang mungkin timbul akibat kegagalan.

Suatu kegagalan yang tidak dapat dilalui dengan baik akan membekas di dalam pikiran bawah sadar seseorang. Pikiran bawah sadar mempunyai kemampuan menimbang-nimbang setiap masukan informasi dari pikiran sadar, kemudian dicocokkan dengan arsip yang ada pada pikiran bawah sadar yang ada hubungannya dengan kejadian yang sama di masa lalu. Jika tanggapan pikiran bawah sadar adalah negatif, maka pikiran bawah sadar akan mengirimkan reaksi negatif kepada pikiran sadar, dan selanjutnya pikiran sadar tanpa dapat dikontrol akan melakukan reaksi emosional, berupa marah, benci, takut, iri, kikir, sedih, dan lain-lain.

Apabila seseorang dapat melepaskan atau release kegagalan yang ia alami kepada nasib Tuhan, maka pikiran bawah sadar orang tersebut tidak akan menyimpannya sebagai sesuatu yang negatif.

2. Ambil Hikmah
“Pengalaman adalah guru terbaik. Baik itu kegagalan ataupun kesuksesan.” Hal ini mengandung arti bahwa dari semua kegagalan yang kita hadapi, kita harus tetap berpikiran positif, dan harus dapat mengambil pelajaran dari kegagalan tersebut. Kita harus sadar bahwa risiko dari semua tindakan yang kita lakukan adalah sukses atau gagal.

Walaupun banyak pelajaran yang dapat diambil dari tiap kegagalan. Tetapi justru banyak orang yang tidak mau mengembalikan kegagalan yang ia alami ke diri mereka sendiri. Mereka justru mengalihkan atau mengambinghitamkan kegagalan tersebut kepada orang lain. Hal inilah yang harus dapat kita hindari. Karena jika tetap mengambinghitamkan kegagalan kepada orang lain, kita tidak akan pernah dapat mengambil pelajaran dari kegagalan tersebut.

3. Istirahat
Tiap kegagalan tentu akan memancing emosi seseorang. Seperti marah, sedih, iri dan lain sebagainya. Tentu saja efek emosional ini akan mengganggu aktivitas yang akan kita lakukan. Oleh sebab itu ada baiknya apabila kita mengambil istirahat sejenak ketika mengalami kegagalan. Istirahat ini akan memberikan waktu pada diri kita untuk dapat menghindari efek emosional yang mungkin timbul.

Panjang waktu istirahat yang dibutuhkan tergantung pada intensitas beban dari kegagalan yang kita hadapi. Untuk kegagalan ringan, mungkin kita hanya cukup untuk berwudlu dan melakukan sholat (bagi orang Muslim). Tetapi jika sebuah kegagalan besar, mungkin istirahat yang dibutuhkan berupa liburan dan rekreasi.

4. Bertanya dan Evaluasi
Apabila pikiran kita telah kembali jernih, maka kita harus dapat mengidentifikasi penyebab dari kegagalan yang kita alami. Banyak cara yang dapat kita lakukan, dapat dengan merenung sendiri, atau bertanya kepada teman, orang tua, guru, atau bahkan kepada rival kita. Setelah kita tahu apa penyebab dari kegagalan yang didahapi, maka kita dapat menyusun sebuah peta kekuatan baru mengenai kelemahan dan kekuatan yang dimiliki, guna memulai sebuah kesempatan baru.

5. Memulai kegiatan baru
Memulai suatu kegiatan baru, merupakan salah satu solusi agar seseorang tidak larut di dalam kegagalan. Pada saat memulai suatu kesempatan baru, kita haruslah benar-benar siap untuk melakukan hal-hal terbaik yang dapat dilakukan. Tetapi kita juga harus menyadari dari awal, seluruh kegiatan yang kita mulai dapat berakhir pada kesuksesan ataupun kegagalan. Dan janganlah lupa untuk menggunakan peta kekuatan baru yang kita miliki.

Ada dua kesempatan yang dapat kita lakukan. Pertama adalah tujuan baru dengan cara lama atau tujuan lama dengan cara baru. Kedua, tujuan baru dengan cara yang baru.

 

 

 

sumber: http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/strategi-bisnis/21656-langkah-bijak-jadikan-kegagalan-jalan-menuju-sukses.html

STRATEGI ALLIANSI atau PERSEKUTUAN (STRATEGIC ALLIANCES)

 

Sebuah Strategi Alliansi atau Persekutuan adalah dimana dua atau lebih perusahaan atau organisasi independen yang bekerja sama dalam pengembangan, manufaktur, atau menjual produk atau jasa.

Strategic Alliances dikelompokkan menjadi 3 kategori:

  1. Nonequity Alliances
  2. Equity Alliances
  3. Joint Venture

Nonequity Alliances adalah dimana perusahaan-perusahaan setuju untuk bekerja sama dalam mengembangkan, manufaktur, atau menjual produk atau jasa, tetapi mereka tidak mengambil kekayaan masing-masing atau bentuk sebuah unit organisasi independen untuk mengatur usaha bersama mereka.
Macam-macam perjanjian dalam nonequity alliances:

  1. Licensing Agreements, dimana salah satu perusahaan mengikuti perusahaan yang lain untuk menggunakan nama merknya dalam penjualan produk.
  2. Supply Agreements, dimana salah satu perusahaan menyetujui untuk men-supply ke perusahaan yang lainnya.
  3. Distrubutions Agreements, dimana salah satu perusahaan menyetujui untuk mendistribusikan produknya ke perusahaan yang lainnya.

Equity Alliances adalah dimana perusahaan-perusahaan bekerjasama dengan mengadakan perjanjian mengenai hak kekayaan saham dalam partner persekutuan.
Joint Venture adalah dimana perusahaan-perusahaan bekerja sama mendirikan sebuah perusahaan independen yang legal dengan investasi masing-masing sehingga dapat menghasilkan laba.
Strategi aliansi menambah nilai dengan mengeksploitasi peluang dan menetralisir ancaman yang ada pada perusahaan.

Opportunity yang penting untuk dieksploitasi adalah:
1. Membantu perusahaan untuk mengembangkan dalam performance operasi umum

  • mengeksploitasi economies of sale
  • mempelajari dari competitor
  • memanage risiko dan membagi cost

2. Menciptakan lingkungan favorable yang kompetitif intuk memaksimalkan performance

  • memfasilitasi pengembangan standar teknologi
  • mengurangi pelanggaran

3. Memfasilitasi entry dan exit

  • masuk dalam industri baru dengan low cost
  • keluar dari industri dengan low cost
  • memanage ketidakpastian
  • masuk dalam pasar baru dengan low cost

Mengembangkan Current Operations
Salah satu cara adalah dengan mewujudkan economies of sale, cost produksi per unit yang berbanding terbalik dengan volume produksi, untuk dapat mewujudkannya perusahaan harus mempunyai volume produksi yang besar atau mempunyai volume produksi yang cukup sehingga penghematan cost dapat terwujud.

Perusahaan kadang-kadang mampu melaksanakan dan kadang-kadang tidak mampu melaksanakan, saat perusahaan tidak dapat melakukan saving cost dari economies of sale oleh dirinya, maka dibolehkan bergabung dalam strategic alliance dengan perusahaan lain sehingga perusahaan memiliki cukup volume untuk dapat meningkatkan cost advantages dari economies of sale.

Untuk mewujudkan economies of scale, perusahaan dapat bergabung dengan perusahaan lain sebagai partner kerjanya. Hal ini disebabkan karena untuk mencapai economies of scale dibutuhkan volume produksi yang besar, agar volume produksi perusahaan besar maka perusahaan tersebut harus mendominasi industrinya. Pada umumnya satu perusahaan tidak mampu mendominasi industri, salah satunya disebabkan oleh adanya regulasi dari pemerintah yang anti monopoli. Walaupun teknologi merupakan bagian istimewa bagi perusahaan pada umumnya, tidak ada satu perusahaan yang mampu menghasilkan demand yang cukup dalam mewujudkan economies of scale, sehingga pada keadaan seperti itulah perusahaan boleh bekerja sama untuk membentuk sebuah aliansi yang berguna untuk mewujudkan economies of scale.

Cara yang lain dalam mengembangkan current operations yaitu belajar dari competitor. Tiap-tiap perusahaan mempunyai sumberdaya dan kemampuan yang berbeda, dari sumberdaya yang dimiliki dapat menjadi competitive advantages bagi perusahaan dibanding dengan perusahaan lain.
Perusahaan yang mempunyai competitive advantages untuk mempelajari resources dan capabilities mereka, disaat masing-masing dari perusahaan mempelajari sesuatu dari aliansi tersebut, maka terjadilah konflik yang dinamakan dengan “ a learning race”.

Cara yang terakhir dalam mengembangkan current operations adalah berbagi biaya dan risiko jika perusahaan memproduksi sendiri sebuah produk, tidak hanya akan mengeluarkan biaya yang besar tetpi juga akan menanggung risiko yang besar. Jadi dengan aliansi, maka biaya yang besar tersebut dapat dibagi dengan perusahaan lain, begitu pula dengan risiko kegagalannya.

Menciptakan suatu lingkungan Kompetitif yang Baik
Perusahaan dapat menggunakan strategi aliansi untuk menciptakan sebuah lingkungan competitive yang lebih kondusif untuk performance pemimpin.

  • Kemudahan mengembangkan standar teknologi

Perusahaan dapat menggunakan aliansi untuk membantu mengatur standar teknologi dalam industri. Dengan standar ini, produk yang berbasis teknologi dapat dikembangkan dan konsumen dapat percaya bahwa produk yang mereka beli akan berguna untuk beberapa waktu yang akan datang.
Perusahaan membentuk strategi aliansi dengan tujuan mengevaluasi dsn memilih sebuah standar teknologi. Dengan menetapkan standar ini, teknologi dapat dijalankan pada produk yang konsumen sukai agar produk tersebut dibeli, karena konsumen akan mengetahui bahwa mereka akan sesuai dengan standar industri pada saat itu. strategi alliansi ini dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan kompetitif yang lebih baik(menguntungkan).

  • Facilitating tacit collusion

Collusion terjadi ketika 2 atau lebih perusahaan dalam sebuah industri mengkoordinasikan pilihan strategi mereka untuk mengurangi persaingan dalam industri. Pengurangan persaingan ini membuat nya lebih mudah untuk meningkatkan performa perusahaan.
Collusion terjadi ketika perusahaan mengkoordinasikan produksi dan penentuan harga mereka tidak dengan komunikasi langsung dengan yang lainnya, tapi dengan pertukaran sinyal dengan perusahaan lain mengenai maksud mereka untuk bekerja sama

Kemudahan masuk dan keluar
Aliansi strategi menyajikan banyak kemudahan bagi perusahaan yang akan memasuki pasar global.
Cara terakhir bahwa strategi aliansi dapat digunakan untuk menciptakan nilai adalah dengan kemudahan sebuah perusahaan masuk ke dalam sebuah pasar baru atau industri atau keluar dari sebuah pasar atau industri. Strategi aliansi cukup bernilai ketika nilai pasar masuk atau keluar tidak pasti.

  • Low-cost masuk ke dalam industri dan segmen industri baru

Salah satu cara strategi aliansi yang dapat digunakan untuk menciptakan nilai adalah dengan kemudahan perusahaan untuk memasuki industri baru. Untuk dapat masuk dalam sebuah industri dibutuhkan skill, kemampuan dan produk yang potensial.
Strategi aliansi dapat membantu perusahaan untuk dapat masuk ke sebuah industri baru dengan menghindari kos yang tinggi terhadap penciptaan skill, kemampuan dan produk.

Misalnya, akhir-akhir ini Du Pont ingin masuk ke dalam industri elektronik. Akan tetapi, membangun skil dan kapbilitas yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk yang kompettif dalam industri ini sangat sulit dan mahal. Lebih dari itu terhadap penyerapan kos, Du Pont mengembangkan strategi aliansi dengan mendirikan perusahaan elektronik untuk mendistribusikan beberapa produk Philips di Amerika serikat. Dengan cara ini, Du Pont dapat masuk ke dalam industri baru tanpa harus menyerap semua biaya untuk menciptakan sumberdaya elektronik dan kapabilitas.
Tentunya, untuk Joint venture yang sukses, Philips harus bekerjasama secara intensive dengan du Pont. Dimana Du Pont berusaha mengurangi kos masuk ke dalam industri baru. Philips berusaha untuk mengurangi kos untuk melanjutkan masuk ke dalam pasar baru, Amerika Serikat. Philips mengandakan aliansi dengan Du Pont untuk menjual di Amerika CD yang siap dipasarkan ke Eropa.

  • Low-cost keluar dari industri dan segmen industri

Beberapa perusahaan menggunakan strategi aliansi sebagai sebuah mekanisasi untuk keluar dari industri atau segmen industri dengan cara biaya yang rendah . Perusahaan termotivasi untuk keluar dari sebuah industri atau segmen industri ketika tingkat performan mereka dalam bisnis kurang dari apa yng diharapkan dan ketika ada sedikit prospek perbaikan. Pada saat perusahaan ingin keluar industri atau segmen industri maka perlu mengatur assetnya untuk bersaing dalam industri atau segmen-segmen industri baru. Asset ini mencakup sumberdaya dan kemampuan yang nyata seperti pabrik, pusat distribusi dan teknologi produk, dan intangiblel resurces dan kapabilitas seperti, brand name, relationship dengan supplier dan konsumen, loyalitas dan komitmen tenaga kerja dst.

  • Memanage ketidakpastian

Pada akhirnya perusahaan mungkin menggunakan strategi aliansi untuk mengatur ketidakpastian. Pada kondisi ketidakpastian yang tinggi perusahaan tidak mampu untuk memberitahukan point khusus dalam waktu berapa perbedaan strategi yang harus mereka kejar.

  • Masuk kedalam pasar baru dengan low cost

Perusahaan diberikan beberapa alternative cara untuk memasuki pasar baru seperti ekspor,lisensi, waralaba,joint venture dan kepemilikan sepenuhnya bagi Negara tujuan.
Salah satu cara perusahaan dapat berpindah secara cepat ke dalam sebuah pasar baru adalah dengan joint venture. Dengan berinvestasi dalam joint venture perusahaan mungkin dapat mengakses informasi yang dibutuhkan untuk mengevaluasi pasar baru.Dalam pendekatain untuk menganalisis strategi aliansi perusahaan.

Aliansi biasanya muncul ketika perusahaan mempunyai sumberdaya yang mampu memberi nilai agar dapat masuk ke bisnis baru, tetapi perusahaan membutuhkan aset dari perusahaan lain agar perusahaan dapat secara efektif menciptakan sumberdaya tersebut sebagai keunggulan kompetitif.

Alliance Threats: Incentives To Cheat On Strategic Alliances
Adverse Selection

Partner potensial tidak mempunyai skill, kemampuan dan sumberdaya yang lainya yang mereka bawa ke aliansi.

Moral Hazard
Partner memberikan skil dan kemampuan dengan kualitas yang lebih rendah daripada yang mereka janjikan.

Holdup
walaupun partner dalam aliansi tidak menggunakan baik adverse selection maupun moral hazard, kecurangan lain mungkin saja masih bisa terjadi. ketika sebuah strategi aliansi telah dibuat, partner perusahaan mungkin membuat investasi yang mempunyai nilai bagi aliansi dan tidak pada pertukaran ekonomi yang lain.

Strategic Alliances and Sustained Competitive Advantage

The rarity of strategic alliances
tidak hanya terpengaruh pada jumlah perusahaan yang sedang bersaing yang mempunyai kesiapan untuk mengimplementasikan aliansi. ini juga tergantung pada bagaimana perusahaan mendapat keuntungan dari aliansi mereka yang bersaing dalam industri. salah satu alasan mengapa keuntungan dapat bertambah dengan strategic aliansi yaitu masih sedikit perusahaan yang dapat memanfaatkan sumberdaya dan kemampuanya.
The imitability of strategic alliance.

Memerlukan pertimbangan dalam menganalis imitability of strategic alliance.

Direct duplication of strategic alliance:
Riset teralhir menyarankan bahwa kesuksesan dari alliance strategic ini sering berdasarkan hubungan social yang komleks antar partner persekutuan. Kepercayaan antar partner, pertemanan, ataupun kesediaan menahan kepentingan pribadi, yang nantinya akan mengarah kepada hubungan yang baik jangka panjang.

Alliances biasanya hancur atau gagal karena adanya partner yang tidak mempunyai kemampuan untuk mempercayai orang lain, berkomunikasi, toleransi, kesabaran, dan kesediaan dalam mengorbankan profit jangka pendek untuk kesuksesan jangka panjang.
Tentunya tidak semua organisasi mempunyai bangunan relationship yang baik. Skil yang baik sangat diperlukan dan ini tentunya juga memerlukan biaya yang mahal untuk mengembangkanya

Subtitutes for strategic alliances.
Meskipun strategic alliance sangat bernilai, jarang, mahal untuk ditiru namun bisa saja tidak memberikan keuntungan kompetitif jika tersedia pengganti yang lebih murah. Ada dua pengganti dari strategic alliance yang mungkin bisa dilakukan, yaitu “going it alone” dan akuisisi.

“going it alone” ketika perusahaan berusaha untuk mengembangkan semua sumberdaya dan kemampuan yang mereka perlukan untuk mengeksploitasi peluang pasar dan menetralisir gangguan dengan kemampuan sendiri.
Alliance akan lebih disukai daripada “going it alone” ketika:

  1. Level spesifik transaksi investasi diminta untuk melengkapi sebuah pertukaran moderat.
  2. Sebuah pertukaran partner proses bernilai, jarang dan mahal untuk ditiru sumberdayanya dan kemampuanya.
  3. Terdapat ketidakpastian yang besar tentang nilai masa depan dari sebuah pertukaran.

Akuisisi
Alliansi akan lebih dipilih daripada akuisisi jika:

  1. Terdapat hambatan hokum dalam akuisisi.
  2. Akuisisi membatasi fleksibilitas perusahaan dibawah kondisi ketidakpastian.
  3. Nilai sumberdaya perusahaan dan kemampuanya tergantung pada kebebasanya.

 

Organizing to implement strategic alliance

Explicit contracts and legal sanction
salah satu cara untuk mencegah kecurangan dalam strategi aliansi adalah dengan adanya kontrak eksplisit yang menentukan kewajiban legal jika suatu kecurangan terjadi.

Equity investments
keefektivan kontrak dapat ditingkatkan dengan mempunyai partner dalam aliansi dan saling berinvestasi satu sama lain.

Firm reputations
Batasan ketiga atas perangsang penipuan dalam persekutuan strategis yaitu adanya efek bahwa reputasi penipuan akan berakibat pada peluang masa depan suatu perusahaan. Meskipun begitu, relatif sulit untuk mengantisipasi semua perbedaan antar mitra persekutuan yang mungkin melakukan penipuan. Penipuan dalam suatu persekutuan dapat menutup peluang atau kesempatan untuk mengembangkan nilai persekutuan. Karena alasan inilah, perusahaan mungkin memutuskan untuk tidak melakukan penipuan dalam persekutuan mereka sekarang ini.

Reputasi control atas penipuan dalam aliansi strategic mempunyai beberapa batasan.

  1. penipuan susah dipisahkan dalam aliansi strategic dan dampaknya reltif lebih sedikit pada reputasi perusahaan atau kemampuan perusahaan untuk menetapkan persekutuan dimasa yang akan datang.
  2. meskipun satu mitra dalam suatu persekutuan mungkin mengkhianati hubungan secara terang-terangan, satu atau kedua perusahaan mungkin tidak cukup terhubung ke dalam suatu jaringan dengan perusahaan lain untuk membuat informasi umum.
  3. terakhir, efek dari suatu reputasi yang dihilangkan, sepanjang penipuan dalam suatu persekutuan adalah terang-terangan dan diketahui oleh public, mungkin dapat menutup peluang atau kesempatan perusahaan di masa yang akan datang, tetapi itu hanya sebagian kecil yang menunjukkan kerugian pada saat ini oleh perusahaan yang ditipu.

Joint Ventures

Cara ke empat untuk mengurangi ancaman penipuan adalah memanamkan modal dalam suatu usaha patungan untuk mitra dalam suatu aliansi strategic. Menciptakan suatu badan hukum terpisah, di mana aliansi partner menginvestasikan dan mendapatkan keuntungan atas investasi mereka, mengurangi sebagian resiko penipuan dalam aliansi strategic.Ketika suatu joint venture diciptakan, kemampuan mitra untuk mendapat kembalian atas investasi mereka tergantung pada kesuksesan ekonomi dari joint venture.

Perolehan keuntungan dari joint venture dalam mengendalikan penipuan, itu tidaklah mengejutkan bahwa ketika kemungkinan menipu dalam suatu hubungan yang cooperative itu berhasil.
Joint venture biasanya lebih menyukai bentuk cooperation, meskipun begitu transaksi atas spesifik investment akan mendorong ke arah pemasalahan holdup yang signifikan atas penjualan kelebihan bauksit di pasar terbuka dan undang-undang dapat mencegah pengadaan peusahaan lain untuk menciptakan suatu permintaan intraorganisasional untuk kelebihan bauksit.

Permasalahan holdup akan berlanjut dalam pekerjaan tambang manapun dalam suatu aliansi strategic yang mungkin diciptakan. Banyak aliansi strategic diciptakan untuk mendapatkan bauksit dalam bentuk joint venture. Hanya bentuk ini, aliansi strategic mungkin menciptakan perangsang yang cukup kuat dan mantap untuk mengurangi kemungkinan adanya penipuan, karena laba yang didapat dari usaha lain mungkin mempunyai nilai yang lebih besar dibandingkan return yang didapat dari joint venture dan kembalian yang mungkin didapat dimasa yang akan datang dengan aliansi stategis lain, sehingga penipuan bisa saja terjadi.

Trust

Kepercayaan sering menjdi kasus ketika mitra persekutuan hanya mempercayakan pada pendekatan ekonomi dan sesuai dengan hukum untuk mengatur persekutuan mereka. Bagaimanapun, pekerjaan terbaru menyatakan bahwa kesuksesan dari aliansi partner tidak akan mengabaikan undang-undang yang sah dan penolakan ekonomi untuk melakukan penipuan, mereka benar-benar mendukung pertalian suatu hubungan antar personal dan kepercayaan. Kepercayaan dikombinasikan dengan kontrak yang dapat membantu mengurangi ancaman dalam penipuan.

Pengamatan dari beberapa perusahaan, termasuk Corning dan Cisco bahwa kesuksesan strategi aliansi mereka adalah konsisten dengan pengamatan tentang ketrampilan manajemen aliansi yaitu valuable, rare, dan costly to imitate.

Strategic Alliances in an international context

Pengembangan jaingan distibusi lokal merupakan suatu proses yang sulit dan mahal, seperti biasanya memerlukan banyak pengetahuan tentang kondisi-kondisi lokal. Local aliansi partner mungkin telah menguasai pengetahuan ini. Mereka mungkin mempunyai hubungan distribusi lokal disuatu tempat dengan bekerja sama dengan partner lokal, perusahaan pada hakikatnya dapat mengurangi ongkos masuk ke dalam pasar ini.

Tentu saja, beberapa pemerintah memerlukan anggota baru untuk menjadi partner aliansi lokal. Pemerintah melihat separti hubungan yang tidak hanya sebagai jalan untuk memudahkan perusahaan asing masuk kedalam pasar mereka, tetapi juga sebagai sarana bagi perusahaan domestik untuk belajar dari perusahaan asing.

Semua ancaman potensial dalam aliansi, seperti dari resiko moral, dari perampokan yang ada dalam konteks internasional. Meskipun kasus ini sering menjadi informasi penting yang asimetris antar perusahaan dalam suatu persekutuan. Asimetris ini akan nampak ketika partner aliansi datang dari negara berbeda, beroperasi dalam budaya yang berbeda dan berbicara dengan bahasa yang berbeda pula.

 

 

sumber: http://kumpulan-artikel-ekonomi.blogspot.com/2009/07/strategi-alliansi-atau-persekutuan.html

Kementerian Perdagangan Ajak Konsumen Berlaku Cerdas

Konsumen harus bersikap kritis, teliti serta berhati-hati dalam membeli produk barang maupun jasa.

Marchelo

KEM-ENTERIAN Perdagangan mencanangkan gerakan konsumen cerdas dengan maskot kancil bernama Si Koncer. Gerakan itu untuk mengajak konsumen bersikap kritis, teliti serta berhati-hati dalam membeli produk barang maupun jasa.

Seusai memantau kepatuhan . pedagang dan pengusaha menjalankan aturanperlindungan konsumen di pasar segar dan ramah mandiri, serta pasarswalayan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, kemarin, Menteri Perdagangan (Mendag) Mari E Pangestu menandai pencanangan gerakan itu.

Pencanangan itu dilakukan dengan memberikan maskot Si Koncer, antara lain kepada Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Kustantinah, dan perwakilan pengusaha.

Pada kesempatan itu, Mendag menyampaikan empat pesan penting dalam membeli produk. Yakni teliti sebelum membeli, memperhatikan label dan masa kedaluwarsa, memastikan produk bertanda jaminan mutu Standar Nasional Indonesia (SNI), serta membeli sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan. “Harus teliti sebelum membeli. Minimal melihat tanda yang kasat mata untuk mengetahui keadaan ba-rang yang ditawarkan.”

Selain itu, Mendag mengimbau agar konsumen melihat label pada kemasan produk untuk mengetahui komposisi, aturan pakai, dan masa kedaluwarsa produk serta kode nomor pendaftaran produk di Badan POM.

Ia melanjutkan, konsumen harus memperhatikan hak mereka .serta mencan informasi untuk menilai produk yang akan dikonsumsi supaya terhindar dari barang-barang yang tidak memenuhi standar.

“Pemerintah ada tugas pengawasan. Namun, konsumen juga merupakan bagian penting dari kegiatan pengawasan.”

Label bahasa Indonesia

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan POM Kustantinah mengatakan pihaknya akan mengintensifkan pengawasan produk makanan dan minuman pada dua minggu menjelang Lebaran.

“Badan POM mengintensifkan pengawasan terutama kerupuk yang berbahan pewarna berbahaya, tahu berformalin dan berwarna, juga makanan kaleng yang sudah penyok, masuk kategori berbahaya.”

Ia menambahkan, pihaknya juga akan menjaring produk makanan dan minuman yang tidak berlabel bahasa Indonesia atau berlabel tidak sesuai dengan standar.

Menurutnya, mulai 1 September mendatang, Badan

POM akan mengeluarkan surat edaran peringatan kepada produsen dan importir produk pangan untuk menggunakan label berbahasa Indonesia pada produk mereka.

“Surat edaran ini untuk mengingatkan kembali kepada seluruh produsen dan importir untuk mematuhi ketentuan yang sudah ada.” jelas Kustantinah.

Adapun dalam ketentuan baru tersebut, produsen dan importir yang baru meregistrasi produk makanan dalam dan luar negeri per 1 September, wajib menggunakan label bahasa Indonesia. Sementara itu, bagi produk makanan dalam dan luar negeri yang sudah mendaftar sebelum 1 September, diberi kesempatan enam bulan untuk memperbarui labelnya. (Ant/E-1)marchelo® mediaindonesia.com

sumber : http://bataviase.co.id/node/365867

Perusahaan Perlu Lakukan Survei Engagement

Berbagai studi memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara tingkat motivasi (engagement) karyawan dengan kinerja mereka. Sederhananya adalah warung yang diisi dan dilayani dengan orang-orang yang gembira dan semangat dalam bekerja umumnya lebih didatangi banyak pelanggan dibandingkan yang diisi oleh orang-orang yang tidak ramah. Pada tingkat organisasi, ini juga berarti bahwa dengan semakin tingginya tingkat motivasi karyawan secara keseluruhan, maka tingkat kinerja organisasi itu pun diharapkan juga meningkat.

Ibaratnya tes kesehatan (health-check), melakukan survei engagement akan membantu organisasi untuk mengetahui faktor-faktor utama yang memengaruhi tingkat motivasi karyawan, yang selanjutnya akan membantu mereka melakukan perbaikan yang diperlukan dengan efektif. Dalam prosesnya, tentu organisasi juga perlu menggunakan alat survei yang teruji baik, agar parameter-paremeter dan dimensi-dimensi yang digunakan dalam alat survei tersebut dapat menterjemahkan motivasi karyawan dengan tepat.

Menurut Irwan Rei, ada beberapa hal yang harus dilakukan para perusahaan di Indonesia agar bisa menjadikan dirinya sebagai perusahaan yang nyaman untuk bekerja. Langkah pertama, perusahaan perlu mengetahui dimensi-dimensi atau faktor-faktor apakah yang memengaruhi tingkat motivasi dan kenyamanan karyawan dalam bekerja di dalam organisasi. “Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dan karyawan demikian beragam sehingga pemilihan alat tes cukup penting untuk dilakukan dengan hati-hati,” kata pengamat Sumber Daya Manusia (SDM) dari Multi Talent Indonesia.

Selengkapnya …..

Friday, November 19th, 2010

oleh : Tutut Handayani
Sumber: http://swa.co.id

 

Teknologi Jadikan Konsumen Lebih Cerdas

Monday, March 7th, 2011
oleh : Kusnan Djawahir

Teknologi telah mengubah cara berbisnis di semua sektor industri, tak terkecuali sektor ritel. Perubahannya boleh dibilang cukup drastis. Dengan adanya teknologi informasi (TI), konsumen jadi makin kaya informasi, lebih berdaya dan makin menuntut. Pasalnya, dengan perangkat TI yang dimiliki – Internet,smartphone, komputer tablet (semacam iPad dan Samsung Tab) dan sebagainya – mereka dengan mudah dapat mengakses ke sumber informasi.

Dengan pengetahuan di tangan yang dikumpulkan dari banyak sumber, mereka hanya mau menghabiskan uang untuk belanja barang/jasa yang mereka anggap paling bernilai dan menetapkan bagaimana mereka inginengage dengan peritel. Mereka ingin berinteraksi dengan cara yang relevan dan waktu yang tepat. Artinya, relevan dengan apa pun yang mereka belanjakan, termasuk di mana, kapan dan bagaimana berbelanja. Juga, waktunya tepat untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Singkatnya, “Konsumen sekarang lebih cerdas,” Raymond Moy, Manajer IBM ASEAN General Business, Bidang Industri dan Distribusi, menandaskan. Konsumen seperti ini, lanjutnya, tahu apa yang diinginkan ketika mereka pergi berbelanja dan berharap didengarkan keinginannya memperoleh promosi yang personal ataupun terlibat menciptakan sesuatu secara bersama-sama (co-create) dengan peritel.

Selengkapnya ….

Sumber: Kusnan M. Djawahir/http://swa.co.id

 

Pertumbuhan Super Cepat Tercapai Jika Gunakan Pendekatan Abnormal

Wednesday, March 9th, 2011

Pengamat bisnis dan pemasaran Yuswohady, mengatakan, sebenarnya ada banyak hal yang dapat membuat sebuah brand tumbuh dengan sangat cepat. Salah satunya adalah mampu memanfaatkan perubahan industri, misalnya bisa melihat kesempatan dalam hal konsumen, regulasi, kompetisi dan sebagainya. Contoh, Lion Air, menurut Siwo, demikian dia akrab disapa, Lion Air mampu menawarkan suatu keunggulan sendiri yaitu tarif murah di saat adanya peraturan mengenai tarif dan maskapai lain belum melakukan hal itu.

Untuk resto cepat saji KFC, lanjut Siwo, keunggulannya terletak pada mengerti perubahan perilaku konsumen, sehingga kini mereka mengarahkan konsep KFC tidak hanya sekadar tempat makan, tapi juga tempat hang out yang kini telah menjadi lifestyle di kota-kota besar.

Sementara itu resto D’Cost unggul dalam menerapkan strategi proses bisnis. Resto seafood ini mencoba menerapkan value for money. Meskipun harganya murah namun enak atau benefitnya bagus.

Selengkapnya ….

oleh : Kristiana Anissa

Sumber: http://swa.co.id